sejatinya manusia adalah sendiri, sepi, sunyi hingga tak ada satupun yang bisa menemani dan mengimbangi pola pikirnya masing-masing. kehidupan dunia hanya bersifat fiktif, semuanya dalam kebercandaan. kita hanya tergelantung sendiri di dunia, bahkan orang tua hanyalah sebagai perantara kita terlahir di dunia, anak istri hanayalah sebagai proses keberlanjutan kehidupan di dunia, sahabat hanyalah sebagai orang yang kita kenal saja, manusia lainnya hanayalah seperti angin yang berhembus tanpa kita kenali, hanya dapat kita lihat saja lalu lalang mereka yang merusak pandangan mata kita.
Cari Blog Ini
Semangat Pagi


